Cinta Kasih Dapat Merubah Nasib Kita

Tersebutlah seorang pembina yang membina di bawah bimbingan seorang Guru yang bijaksana. Pembina ini meninggalkan keluarga dan kampung halamannya untuk pergi membina di sebuah kuil bersama Gurunya.

Pada suatu hari sang gGru menatap wajah muridnya ini dengan saksama. Sang Guru langsung mengetahui bahwa usia muridnya tinggal dua minggu. Segera Beliau memanggil muridnya dan menyuruhnya pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarganya selama satu atau dua minggu kemudian baru kembali ke kuil lagi. Sang Guru tak tega memberi tahu muridnya bahwa hidupnya tinggal dua minggu. Biarlah dia melewati sisa hidupnya dengan tenang tanpa ketakutan dan kekhawatiran menghadapi maut yang segera datang menjemput.

Pembina ini segera berbenah-benah dan pulang kampung dengan gembira. Beliau melewati perjalanan berhari-hari, melewati sawah, bukit, dan sungai. Sampai di tepi sebuah sungai, dia pun berhenti dan beristirahat di tepi sungai sambil menatap aliran sungai yang jernih. Eh, terlihat olehnya sarang semut terendam aliran sungai. Berjuta-juta semut kelabakan dan berusaha menyelamatkan diri dari terpaan air sungai. Serta merta timbullah hati kasih sang pembina. Beliau segera berlari mendekat, diambilnya beberapa helai daun dan diletakkan dengan hati-hati di atas permukaan air untuk dijadikan perahu bagi kawanan semut. Semua semut segera naik ke daun yang disediakan dan diangkat pembina tersebut kembali ke tanah keselamatan. Wah, selamatlah kawanan semut dari maut.

Pembina kembali ke rumah dan berkumpul dengan bahagia bersama keluarganya. Seminggu kemudian kembalilah dia ke kuil menjumpai Gurunya. Setiba di kuil, sang Guru menatapnya dengan penuh keheranan. Mengapa dua minggu telah berlalu, namun murid ini tetap sehat walafiat? Dengan saksama sang Guru melihat dan meneliti wajah muridnya. Ya, rona wajahnya telah berubah, pertanda nasib hidupnya telah berubah. Kebaikan besar apa yang telah dilakukannya? Sang Guru terus bertanya dalam hati.

Malam harinya sang Guru memanggil muridnya untuk bertanya semua yang dialami dalam perjalanan pulang kampung dan selama berkumpul bersama keluarga. Dari cerita muridnya barulah diketahui, ternyata nasibnya berubah, usianya bertambah, dia lolos dari maut karena kasihnya dalam menyelamatkan kawanan semut.

Note : Salah satu kebaikan kita mendapatkan TAO adalah dapat merubah nasib kita, jadi pupuklah kasih dan kebajikan sebanyak mungkin untuk kebaikan kita dan seluruh makhluk di masa mendatang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.