Delapan Dewa 八仙

Delapan Dewa atau dalam bahasa Mandarin disebut Ba Xian (Hanzi:八仙) berasal dari mitologi Taoisme, dan termasuk dewa dewi terkenal dalam kisah klasik Tionghoa. Mereka adalah simbol keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa. Masing-masing dewa mewakili 8 kondisi kehidupan : anak muda, lansia, kemiskinan, kekayaan, rakyat jelata, ningrat, pria dan wanita. Diceritakan bahwa sebagian besar dilahirkan pada zaman dinasti Tang dan dinasti Sung. Walaupun penjelasan mengenai mereka telah ada sejak dinasti Tang, namun pengelompokkan ke dalam kategori delapan dewa baru terjadi pada masa dinasti Ming.

Ke delapan dewa tersebut adalah:

1.   Zhong Li Quan 鐘離權

Zhong Li Quan (Hanzi:鐘離權) adalah dewa tertua kedua dalam Delapan Dewa, selain juga pemimpin mereka. Ia juga dikenal sebagai Han Zhong Li (Hanzi:漢鐘離) atau Zhong Li dari Han karena dilahirkan pada zaman dinasti Han. Ia memiliki kipas dari daun palem yang dapat membangkitkan orang mati. Ia memiliki nama famili yang unik dan sangat jarang yaitu Zhong Li.

Berasal dari Yantai, konon Zhong Li Quan adalah panglima perang dinasti Han yang memilih hidup bertapa di usia lanjutnya. Saat ia lahir, suatu cahaya yang sangat menyilaukan menerangi kamarnya. Sejak itu, ia tidak berhenti menangis sampai tujuh hari setelah kelahirannya. Sumber lainnya mengatakan ia seorang wakil panglima yang lari ke daerah pegunungan saat kalah dalam perang melawat bangsa Tibet. Di sana ia ditahbiskan oleh lima dewa Taoisme untuk menjadi calon dewa. Beberapa ratus tahun kemudian, dialah yang mengajari Lü Dong Bin untuk menjadi dewa.

Dalam kisah lainnya dia diceritakan bertemu dengan seorang pendeta Tao di hutan yang setelah diminta, memeberikan resep untuk menjadi dewa. Tidak lama setelah meninggalkannya, Zhong Li Quan hendak melihat gubuk pendeta itu untuk terakhir kalinya dan terkejut saat mendapati gubuk tersebut telah lenyap. Ada pula legenda yang mengatakan bahwa ia membagikan uang logam perak pada fakir miskin saat bencana kelaparan tiba. Satu hari, dinding gubuknya roboh saat ia sedang bermeditasi dan menemukan lambang dari batu pualam yang berisi resep menjadi dewa. Ia mengikuti petunjuk tersebut dan berubah menjadi dewa dalam selubung asap putih yang menjulang tinggi.

Zhong Li Quan biasa digambarkan sebagai seorang yang tinggi besar berperut buncit dan bertelanjang dada dengan kumis dan janggut yang panjang.

 

2.   Li Tie Guai 李鐵拐

Li Tie Guai (Hanzi:李鐵拐) berarti "Li si Tongkat Besi" merupakan salah satu anggota Delapan Dewa. Walaupun dikenal pemarah, Li sangat murah hati terhadap kaum miskin, orang sakit dan mereka yang membutuhkan pertolongan. Ia menolong mereka dengan botol cupu labu yang selalu dibawanya. Pada malam hari, ia membuat dirinya sekecil mungkin agar bisa tidur di dalam botol labunya.

Alkisah, ia dilahirkan pada masa dinasti Zhou Barat dengan nama Li Yuan. Ia belajar dari Lao Zi (pendiri Taoisme) dan dewi Xi Wangmu. Meditasi yang dilakukannya selama 40 tahun kerap membuatnya lupa makan dan tidur.

Sebelum menjadi dewa, ia adalah seorang yang tampan. Suatu hari, saat jiwanya akan mengembara ke alam baka, ia memberitahu muridnya untuk menunggui jasadnya selama 7 hari. Bila ia tidak kembali pada setelah 7 hari, maka muridnya harus mengkremasi jasadnya. Namun setelah 6 hari, sang murid harus pulang menjenguk ibunya yang sekarat. Karena ia tak berani meninggalkan jasad gurunya, maka jasad gurunya dikremasikan.

Saat Li Tie Guai kembali, jiwanya terpaksa harus masuk ke tubuh pengemis tuna wisma yang mati kelaparan. Bentuk fisik barunya sangat berbeda, dengan ciri-ciri "berkepala lonjong, bermuka hitam, rambut dan brewok berantakan, bermata besar dan pincang". Lao Zi memberinya ikat kepala emas untuk menjaga rambutnya dan mengganti tongkat bambu dengan tongkat besi. Li kemudian membangkitkan ibu muridnya yang telah meninggal dengan ramuan ajaib.

Sebagai bagian dari Delapan Dewa, Li Tie Guai disimbolkan dengan botol labu dan tongkat besi. Sebentuk asap keluar dari ujung botolnya, melambangkan hun atau jiwanya, yang tidak berbentuk, atau berbentuk miniatur dirinya.

 

3.   Lü Dong Bin 呂洞賓

Lü Dong Bin (呂洞賓; Pinyin : Lǚ Dòngbīn), yang hidup pada masa Dinasti Tang, lebih dikenal sebagai seorang ilmuwan. Hal ini tampak dari penampilannya yang berwibawa dan terpelajar.

Lü Dong Bin juga sering dipanggil dengan sebutan Shun-yang. Konon diceritakan bahwa saat Lü Dong Bin lahir, tercium harum seisi rumah, juga alunan musik merdu dari langit dan lintas sinar putih yang masuk ke dalam ruangan melalui tirai kamar pada saat ibu-nya tengah melalui masa persalinan.

Pada mitos Delapan Dewa, Lü Dong Bin merupakan salah satu dewa yang paling dikenal dalam lingkungan Tao. Tempat-tempat suci sebagai rasa hormat akan Lü Dong Bin banyak ditemui di Cina

 

4.   Zhang Guo Lao 張果老

Zhang Guo Lao (Hanzi: 張果老) berarti "si tua Zhang Guo" adalah salah satu dari Delapan Dewa. Ia adalah seorang pendeta Tao yang hidup pada zaman Dinasti Tang. Saat masa pemerintahan Ratu Wu (608-705), ia mengaku telah hidup beberapa ratus tahun. Ratu Wu pernah mengundangnya untuk turun gunung, tetapi ia berpura-pura mati. Ia juga pernah memerintah sebagai Menteri bagi Kaisar Yao di kehidupan sebelumnya. Suatu ketika, kaisar Xuanzong menjadikannya pejabat dengan gelar Menteri Guanglu Biru Keperakan (銀青光祿大夫).

Zhang Guo Lao hidup sebagai seorang tabib dan ahli nujum di gunung Tiáo(條山) in di provinsi Heng (恒州 Héngzhōu). Ia senang membuat minuman dari tanaman dan tumbuhan obat. Anggota Delapan Dewa senang minuman buatannya yang dipercaya mengandung obat penyembuh. Selain penjelmaan dari kelelawar putih, ia menunggangi keledai ajaib yang dapat berjalan ribuan mil per hari secara terbalik (menghadap ke belakang). Keledai tersebut dapat dilipat seperti kertas dan disimpan di dalam sakunya. Untuk mengembalikannya, cukup diperciki air segenggam penuh. Biasanya ia membawa bulu burung phoenix atau buah tho(buah panjang umur). Simbol dari Zhang Guo Lao adalah tambur ikan, sebuah instrumen yang mampu menghasilkan suara bising. Salah satu yang paling eksentrik dari Delapan Dewa, ada jurus kungfu yang dibuat untuk menghormatinya, seperti tendangan saat salto ke belakang, dan kayang hingga bahu menyentuh tanah.

Pada tahun ke-23 masa periode Gai Yüan, pemerintahan kaisar Xuanzong (735) ia dipanggil ke Luoyang, dan dijadikan Pemimpin Akademi Pemerintah dengan gelar "Guru Besar". Pada masa itu ada seorang pendeta Tao bernama Yue Fa Shan yang disukai kaisar karena keahliannya memanggil arwah. Sang kaisar menanyakan siapa itu Zhang Guo Lao. Jawabnya,"Jika saya memberitahu Anda, maka saya akan mati, kecuali Anda berjanji datang ke Zhang Guo Lao secara pribadi dan memohon untuk memaafkannya, maka saya dapat hidup kembali." Setelah Xuanzong bersedia, maka Yue Fa Shan menjawab bahwa Zhang adalah "penjelmaan kelelawar putih yang sudah ada sejak awal kehidupan." Pendeta tersebut langsung mati di tempat. Setelah Xuanzong meminta maaf, Zhang memerciki wajah sang pendeta dengan air, sehingga ia hidup kembali. Tak lama kemudian, Zhang jatuh sakit dan meninggal sekitar tahun 742-746 di gunung Tiáo. Ketika muridnya membuka kembali kuburnya, mereka mendapati kubur tersebut kosong.

 

5.   He Xian Gu 何仙姑

He Xian Gu (Hanzi:何仙姑, berarti "dewi He"), merupakan salah satu anggota wanita dari Delapan Dewa (ada juga yang menyebut Lan Cai He sebagai wanita).

Ia bernama kecil He Qiong (Hanzi:何瓊) dan berasal dari provinsi Yong (永州 Yongzhōu). Ia hidup pada masa Dinasti Tang dan semasa hidupnya bertapa di pegunungan. Saat ia berumur 14 tahun, sebentuk roh muncul di hadapan He Xian Gu yang menyuruhnya untuk menggerus batu mika menjadi bubuk dan meminum larutannya. Larutan tersebut akan menguapkan partikel-partikel tubuhnya dan menjadikannya abadi. Ia mengikuti perintah tersebut dan memperoleh hidup abadi. Ia juga memilih hidup selibat. Tak lama kemudian ia mampu terbang dari satu gunung ke gunung lainnya, memetik bunga dan buah-buahan untuk ibunya. Lama kelamaan ia sudah tidak perlu makan lagi. Suatu saat Ratu Wu (608-705) memanggilnya tetapi di perjalanan ia menghilang dan berubah menjadi dewi pada masa Qing Long (sekitar tahun 707).

Menurut mitos lainnya, He Xian Gu tersesat di pegunungan ketika memetik daun teh. Di sana ia bertemu dengan Lü Dong Bin yang memberinya buah peach. Sejak itu, ia berubah menjadi dewi yang tidak pernah merasa lapar.

Simbol dari He Xian Gu adalah bunga teratai yang dipercaya dapat mengembalikan kesehatan fisik dan mental seseorang. Ia digambarkan membawa bunga teratai dan sheng(instrumen musik). Acapkali ia juga ditemani seekor burung fenghuang dan membawa serta irus bambu atau tongkat sabutan.

 

6.    Lan Cai He 何仙姑

Lan Cai He (何仙姑; pinyin: Lán Cǎihé) adalah salah satu dari Delapan Dewa dalam mitologi Cina. Asal-usul Lan Cai He pun tidak diketahui secara jelas. Ia seringkali digambarkan sebagai seorang anak laki-laki namun dalam beberapa naskah maupun cerita, ia juga sering digambarkan sebagai seorang anak perempuan. Satu hal yang menjadi ciri khas-nya tersendiri adalah keranjang bambu penuh dengan bunga.

Lan Cai He juga digambarkan sebagai seorang pemulung yang kumal memakai sepatu sebelah (kaki lainnya tidak menggunakan alas kaki) yang membawa kastenyet dengan untaian uang logam

Lan Cai He juga sering digambarkan membawa sepasang kastanet bambu yang akan di katupkan dan membuat irama sambil menghentakkan kaki, mererka akan bernyanyi mengikuti irama tersebut dan sekelompok penonton akan mengikuti serta menonton pertunjukkan mereka tersebut. Setelah pertunjukkan-pertunjukkan ini, mereka akan memberikan uang dalam jumlah besar sebagaimana diminta. Uang logam tersebut kemudian akan diuntai sehingga menjadi untaian panjang. Pada saat mereka berjalan, koin-koin logam ini akan terlepas dari untaian tanpa diperdulikan oleh Lan Cai He, para pengemis lainnya kemudian akan memunguti uang tersebut.

 

7.   Han Xiang Zi 韓湘子

Han Xiang Zi (韓湘子 ; Pinyin: hán xiāng zi) adalah seorang filsuf pada masa Dinasti Tang. Ia merupakan salah satu anggota dari Delapan Dewa yang juga adalah sepupu dari Han Wên Kung

 

8.   Cao Guo Ji 曹國舅

Cao Guo Jiu (曹國舅 ; Pinyin: cáo guó jiù) sering juga dipanggil dengan sebutan Gongbo (公伯: gōng bó). Cao Guo Jiu adalah adik laki-laki dari ibu salah seorang raja Dinasti Sung

1 thought on “Delapan Dewa 八仙”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.