Seni Perang Sun Bin

Jenderal Tian Ji sering berlomba kuda pacu melawan Raja Qi Wei Wang. Peraturan dalam perlombaan adalah kedua belah pihak harus meletakkan taruhan, dan ada 3 babak yang dipertandingkan. Bila menang dua babak maka dia dinyatakan sebagai pemenang, namun sayangnya Tian Ji selalu kalah dalam setiap perlombaan kuda pacu.

Suatu hari dalam perlombaan, Tian Ji sekali lagi kalah dalam berlomba. Sampai di rumah, Tian Ji menceritakan kisahnya pada Sun Bin, seorang tangan kanannya. Sun Bin adalah salah satu keturunan dari ahli siasat perang Sun Wu dan dia sudah kenyang membaca buku perang dan sangat menguasai taktik perang. Sun Bin berkata, lain kali saat berlomba, izinkanlah saya melihat jalannya pertandingan. Tian Ji pun merasa sangat senang dan langsung mengizinkan. Ketika lomba berikutnya berlangsung, Sun Bin duduk di pinggir arena menonton pertandingan antara Raja Qi dengan Tian Ji.

Babak pertama Raja Qi dan Tian Ji sama-sama mengeluarkan kuda terbaiknya, hasilnya Tian Ji kalah tipis. Babak kedua Raja Qi dan Tian Ji sama-sama mengeluarkan kuda kualitas kedua, hasilnya Tian Ji kalah beberapa langkah di belakang kuda Raja Qi. Babak ketiga, Raja Qi dan Tian Ji sama-sama mengeluarkan kuda terjeleknya, hasilnya Tian Ji tetap saja masih kalah dibanding kuda Raja Qi.

Selesai lomba kuda pacu, Sun Bin berkata kepada Tian Ji, untuk pertandingan berikutnya ikuti saran saya, saya jamin Tuan pasti menang dan pastikan Tuan meletakkan taruhan yang cukup besar nantinya.

Hari perlombaan tiba, Raja Qi dan Tian Ji sekali lagi berlomba kuda pacu. Babak pertama, Raja Qi mengeluarkan kuda terbaiknya sedangkan Sun Bin justru meminta Tian Ji mengeluarkan kuda terjeleknya dan hasilnya tentu saja Tian Ji kalah. Babak kedua, Raja Qi mengeluarkan kuda kualitas kedua, Tian Ji mengeluarkan kuda terbaiknya dan hasilnya Tian Ji menang. Babak ketiga, Raja Qi hanya punya kuda terjelek, sedangkan Tian JI masih punya kuda kualitas kedua, sehingga Tian Ji pun memenangkan babak ketiga. Hasilnya Tian Ji memang dua babak dan tentu saja dia menjadi pemenang dalam lomba kuda pacu.

 

RENUNGAN:

Dari cuplikan cerita ini, dapat kita tarik makna yang cukup mendalam bahwa beraktivitas untuk menghasilkan sesuatu / bekerja tidak berarti hanya mengandalkan kekuatan atau kondisi saja. Banyak orang beralasan bahwa mereka tidak bisa maju, tidak bisa berkembang dan berhasil dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam bekerja atau kehidupannya karena mereka tidak punya sumber daya yang memadai. Tidak punya buku, tidak punya komputer, tidak punya uang, tidak punya waktu, dan tidak punya ini dan itu….

Semuanya perlu taktik atau strategi dan kemauan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, bagaimana dapat difungsikan secara maksimal dan tentunya efektif dan efisien.  Mari untuk kemajuan bersama kita selalu dapat menggunakan sumber daya yang ada, memanfaatkannya sampai batas tertinggi dan mengambil keuntungan secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.